free hit counter

RI Alami Defisit Perdagangan Terbesar

Banjir Produk Impor

Selasa, 10/04/2012

NERACA

Jakarta - Besarnya volume impor kebutuhan pokok dari Thailand membuat defisit perdagangan non migas Indonesia dengan Thailand tercatat paling tinggi. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, defisit perdagangan non migas Indonesia terhadap Thailand mencapai US$5 juta. Angka tersebut lebih besar daripada defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok dan Australia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, faktor tingginya defisit perdagangan antara Indonesia dan Thailand disebabkan importasi beras yang besar. Tercatat, impor beras Thailand pada awal tahun ini mencapai US$ 35,198 juta atau 59 ribu ton. “Pada 2011, neraca perdagangan non migas bagi Indonesia defisit sekitar Rp5 miliar. Karena beras, gula, otomotif, hingga buah-buahan di Indonesia banyak kita datangkan dari Thailand,” jelasnya di Jakarta, kemarin (9/4).

Sebaliknya, lanjut dia, angka defisit perdagangan non migas dengan Tiongkok masih berada di bawah Thailand. Tercatat, angka defisit perdagangan dengan Tiongkok US$3,8 juta yang dipicu importasi produk-produk elektronik hingga telepon seluler. Defisit perdagangan terbesar setelah Thailand dan Tiongkok adalah Australia, senilai US$ 2 juta. ”Impor daging, produk sehari-hari (daily product), wheat (gandum) kita dari Australia cukup tinggi,” paparnya.

23 NegaraNext

BERITA TERKAIT