free hit counter

Konsumsi Minuman Ringan Ditaksir 22 Miliar Liter

Jumat, 25/01/2013

NERACA

Jakarta - Daya beli masyarakat yang meningkat dan peningkatan pendapatan per kepaita menjadi pendorong pertumbuhan konsumsi minuma ringan. Maka tak ayal, Asosiasi Minuman Ringan (Asrim) memperkirakan konsumsi minuman ringan hingga akhir tahun ini mencapai 22 miliar liter atau mengalami pertumbuhan sekitar 8,3%.

"Untuk tahun ini, kami memproyeksikan pertumbuhan minuman ringan mencapai 8,3% atau mencapai 22 miliar liter," ungkap Ketua Umum, Farchad Poeradisastra di Jakarta, Rabu (23/1).

Pertumbuhan konsumsi minuman ringan di Indonesia telah mendorong para produsen minuman ringan untuk ekspansi besar-besaran. Tercatat sebanyak 7 produsen makanan dan minuman serta farmasi akan melakukan ekspansi dan beberapa yang mengakuisisi di industri minuman yang memang telah menunggu sejak tahun lalu.

Ketujuh produsen yang melakukan ekspansi dan akuisisi di sektor minuman adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Garudafood Putra Putri Jaya, PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk (ULTJ), PT ABC President Indonesia, PT Sinar Sosro, dan PT Nestle Indonesia. Tujuan ekspansi dan akuisisi itu untuk menangkap peluang pertumbuhan penjualan serta meningkatkan pangsa pasarnya. Kalbe Farma berekspansi bisnis minuman ringan dengan mengakuisisi 100% saham Hale International, produsen minuman jus siap saji, senilai Rp100 miliar.Next

BERITA TERKAIT