free hit counter

Defisit Neraca Perdagangan Paling Parah

Rabu, 14/08/2013

NERACA

Jakarta - Perekonomian Indonesia sudah lampu kuning, lantaran dihajar kwarto deficit atau empat defisit, yakni defisit neraca transaksi berjalan (current account), defisit neraca perdagangan, defisit neraca pembayaran, serta defisit primer APBN. Pertanyaannya, dari keempat defisit tersebut, manakah yang paling parah menimpa perekonomian nasional?

Menurut Rektor Kwik Kian Gie School of Business Prof Dr Anthony Budiawan, defisit neraca perdagangan merupakan defisit yang terparah menimpa Indonesia. Karena yang terjadi adalah ekspor Indonesia lebih rendah daripada impor. “Lebih besarnya impor menyebabkan Indonesia terkena defisit neraca perdagangan, padahal sebelum tahun 2011 kita tidak pernah defisit dengan ekspor yang bagus. Baru pada 2012 Indonesia alami defisit. Pada semester pertama tahun ini saja, hanya pada bulan Maret tidak terjadi defisit, selebihnya terjadi defisit”, jelasnya kepada Neraca, Selasa (13/8).

Dia juga menjelaskan bahwa defisit yang terparah setelah defisit perdagangan adalah defisit pada neraca pembayaran yang dapat dilihat dari defisit neraca modal. Menurut dia, defisit neraca modal terjadi dimana uang yang masuk untuk investasi lebih sedikit dibandingkan uang yang keluar.

Sehingga dari hasil penjumlahan kedua arus uang yang masuk dan keluar, akan didapat hasil defisit neraca modal”, ujarnya. Dia pun mengakui kalau saat ini kondisi ekonomi Indonesia memang menurun dengan indikator ekspor yang lebih sedikit. “Namun, kondisi ini masih belum dapat menjadikan ekonomi Indonesia berada ditepi jurang. Karena memang belum sampai sejauh itu, pertumbuhan di dunia investasi dan konsumsi masyarakat masih tumbuh meskipun belum tinggi,” papar Anthony.Next

BERITA TERKAIT